Friday, July 06, 2012

Ikan Cupang

cupang

Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli,salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.

Ikan cupang memiliki aneka ragam warna dan jenis yang penuh pesona. Selain mudah berkembang biak, jenis ikan yang hidup di rawa ini, juga memiliki peluang bisnis yang lumayan bagus. Cupang adalah jenis ikan tropis yang hidup di rawa – rawa. Paling besar ukuran hanya lima centi meter. Ada dua jenis ikan cupang. Cupang kelas kontes atau cupang hias dan cupang adu


Ikan Cupang
pertarungan cupang
Sifat dari ikan cupang adalah gemar berkelahi Apabila dua ikan cupang dewasa berada dalam satu wadah, maka perkelahian antar sesamanya tak dapat terelakkan lagi. Akibat dari kegemarannya itu, tak jarang banyak ikan–ikan cupang yang terluka. Luka akibat perkelahian mengakibatkan, baik sirip dada, punggung, perut anal bahkan ekornya robek-robek berdarah bekas gigitan lawannya. Oleh karena kegemaran dari ikan cupang berkelahi, banyak para pecinta ikan cupang yang ingin memilikinya. Selain untuk dinikmati keindahannya, juga disenangi untuk adu ikan cupang. Rasa semangat dan bangga apabila ikan cupang miliknya menjadi juara di arena adu cupang.

- Ikan Cupang Adu (Petarung)
Betta imbellis
Jenis Cupang adu (petarung) jenis ini pada umumnya berasal dari Singapura atau lebih terkenal dengan sebutan Singapura belgi. Sedangkan ikan jenis betta imbelis yang berasal dari Indonesia dari daerah Bagan Siapi-api (betta imbellis var Sumatraensis).


betta imbellis
betta imbellis
betta imbellis var Sumatraensis









Betta splendens, 
cupang
Selain sebagai cupang hias,betta splendes merupakan jenis adu terutama jenis yang lama. menurut catatan ikan ini telah dibudidayakan sejak tahun 1970.Ikan ini memiliki daya tahan yang kuat namun tidak ditopang dengan gigi tajam dan sisik yang kuat.Pada tutup ingsangnya terdapat 2 garis vertikal berwarna merah.sosok cupang ini bisa dibilang kecil dengan warna tubuh cenderung gelap.warnannya perpaduan antara merah tua dan biru tua serta tidak ada totol di tubuhnya.gerakan tubuhnya cendrung agresif dan terlebih dahulu menyerang ketika bertarung

- Jenis Ikan Cupang Hias
Crowntail (ekor mahkota) atau serit, 
serit
cupang jenis ini pertama kali dibudidayakan oleh seorang peternak cupang yang tinggal di daerah Jakarta barat, tepatnya didaerah slipi skitar tahun 1968( oleh karena itu slipi di sebut juga sebagai pusat ikan cupang hias,nya indonesia ) Ciri utamanya adalah sirip dan ekornya yang menyerupai sisir sehingga di namakan serit.



Halfmoon, 
cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982. 







Double tail (ekor ganda)
cupang
Cirinya adalah bentuk ekor membelah menjadi 2









Plakat Halfmoon 
cupang
bentuknya hampir sama dengan tipe petarung. Namun bila amarahnya terusik, tipe plakat ini akan mengembangkan siripnya hingga tegak melebihi 180 derajat. inilah yang membedakan dengan cupang petarung. 







giant (cupang raksasa), 
cupang
cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm







Dan dibawah ini adalah Gambar - gambar keindahan cupang dari e beta.com yang sayang bila di lewatkan
cupang



cupang
cupang


















cupang















cupang


cupang
cupang
cupang
cupang






















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar:

Post a Comment